Allah Maha Baik

Monday, April 14, 2014

Bogor: We are in love ({})

Dari sederet nama JABODETABEK, Bogor menjadi satu-satunya kota yang belum pernah saya kunjungi, mungkin belum jodohkah? Atau menunggu saat yang tepat? :D, semua akan menyenangkan ketika datang disaat yang tepat. Ah, berbicara tentang ketepatan, sekarang sudah tidak perlu lagi menghibur diri dengan kalimat "saya hanya harus menunggu orang yang tepat, di saat yang tepat", Allah sudah berbaik hati menjawab masa penantian panjang yang penuh rasa hingga dua minggu lalu.

Bogor, tidak pernah mencetak memori khusus bagi kehidupan saya yang lumayan lama ini. Ia menjadi kota yang ingin saya kunjungi karena ada banyak stroberi layaknya Bandung. Tapi, Bandung saja tidak cukup rupanya. Waktu memberi ruang bagi saya menikmati sejuknya kota ini bersama seseorang yang punya kesan mendalam karena ia tumbuh, berkembang, merasa, mungkin juga pernah menghampa, but, its the city of memory.

Perjalanan tanpa rencana membuat hari terasa singkat. Bogor, jika boleh kubandingkan dengan beragam kota yang pernah kukunjungi, mirip Bengkulu. Ntahlah, apa karena angkot yang berkeliaran banyak berwarna hijau, atau cuacanya? (Padahal jelas berbeda)... Like I have ever been here before. It's just too familiar. Tentu misi utama adalah menjajaki langkah-langkah penuh semangat hingga bisa menimbulkan semangat baru kedepannya dalam membina hidup baru. Lalu yang tak kalah penting adalah mencari stroberi, karena langkanya buah ini di pulau kami yang gersang. 

Banyak doa terjawab ketika tidak ada kecendrungan memaksa. Subhanallah, alhamdulillah ternyata mengeksplorasi tempat baru dengan seseorang yang berarti itu luar biasa. Sepertinya petualangan sebatang kara berakhir sejak bulan lalu. Oh ya, film 3D ternyata keren, setidaknya dari kacamata saya yang hitam saat itu, film Captain America menjadi luar biasa. Apa ini terjadi sebab yang pertama? Atau suasananya? Atau karena dinginnya air dan udara di Kota Hujan? It's fun for a while, it'll be forever we're in love.